potensi zeolit untuk mengolah limbah industri dan radioaktif


  <span style=”font-family:
  "Trebuchet MS";color:black”>Potensi Zeolit untuk Mengolah Limbah
  Industri dan Radioaktif

 
 
  <v:shapetype id=”_x0000_t75″
 coordsize=”21600,21600″ o:spt=”75″ o:preferrelative=”t” path=”m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe”
 filled=”f” stroked=”f”>
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
<v:shape id=”_x0000_s1025″ type=”#_x0000_t75″ alt=”Cetak”
 href=”javascript:void%20window.open(‘http://www.batan.go.id/ptlr/index2.php?option=com_content&task=view&id=40&Itemid=48&pop=1&page=0′,%20’win2′,%20’status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no’);”
 title=”Cetak” style=’width:12pt;height:12pt’ o:button=”t”>
 
<a
href=”javascript:void%20window.open(‘http://www.batan.go.id/ptlr/index2.php?option=com_content&task=view&id=40&Itemid=48&pop=1&page=0′,%20’win2′,%20’status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no’);”><img
border=0 width=16 height=16 src=”new_page_4_files/image001.gif” alt=Cetak
title=Cetak v:shapes=”_x0000_s1025″>

   

  <span style=”font-size:9.0pt;
  color:#333333″>

  <v:shape
 id=”_x0000_s1026″ type=”#_x0000_t75″ alt=”Image” style=’position:absolute;
 margin-left:-92.25pt;margin-top:-117pt;width:49.5pt;height:55.5pt;z-index:1;
 mso-wrap-distance-left:4.5pt;mso-wrap-distance-right:4.5pt;
 mso-position-horizontal-relative:text;mso-position-vertical-relative:line’
 o:allowoverlap=”f”>
 
<span style=’mso-ignore:vglayout;position:
absolute;z-index:1;left:-123px;top:-156px;width:66px;height:74px’><img
width=66 height=74 src=”new_page_4_files/image002.jpg” alt=Image v:shapes=”_x0000_s1026″>Mineral
  alam zeolit yang merupakan senyawa alumino-silikat dengan struktur
  sangkar terdapat di Indonesia dalam jumlah besar dengan bentuk hampir
  murni dan harga murah. Mineral zeolit mempunyai struktur "framework"
  tiga dimensi dan menunjukkan sifat penukar ion, sorpsi, "molecular
  sieving" dan katalis sehingga memungkinkan digunakan dalam pengolahan
  limbah industri dan limbah nuklir.

  Di Indonesia, zeolit ditemukan pada tahun 1985 oleh PPTM Bandung dalam
  jumlah besar, diantaranya tersebar di beberapa daerah pulau Sumatera dan
  Jawa. Namun dari 46 lokasi zeolit, baru beberapa lokasi yang ditambang
  secara intensif antara lain di Bayah, Banten, Cikalong, Tasikmalaya,
  Cikembar, Sukabumi, Nanggung, Bogor dan Lampung.

Abstrak

  Mineral alam zeolit yang merupakan senyawa alumino-silikat dengan
  struktur sangkar terdapat di Indonesia dalam jumlah besar dengan bentuk
  hampir murni dan harga murah. Mineral zeolit mempunyai struktur
  "framework" tiga dimensi dan menunjukkan sifat penukar ion, sorpsi,
  "molecular sieving" dan katalis sehingga memungkinkan digunakan dalam
  pengolahan limbah industri dan limbah nuklir.

Pendahuluan

  Mineral alam zeolit biasanya masih tercampur dengan mineral lainnya
  seperti kalsit, gipsum, feldspar dan kuarsa dan ditemukan di daerah
  sekitar gunung berapi atau mengendap pada daerah sumber air panas (hot
  spring). Zeolit juga ditemukan sebagai batuan endapan pada bagian tanah
  jenis basalt dan komposisi kimianya tergantung pada kondisi hidrotermal
  lingkungan lokal, seperti suhu, tekanan uap air setempat dan komposisi
  air tanah lokasi kejadiannya. Hal itu menjadikan zeolit dengan warna dan
  tekstur yang sama mungkin berbeda komposisi kimianya bila diambil dari
  lokasi yang berbeda, disebabkan karena kombinasi mineral yang berupa
  partikel halus dengan impuritis lainnya.

  Deposit mineral alam zeolit yang cukup besar ditemukan di beberapa
  negara seperti Amerika Serikat, Uni Soviet, Jepang, Australia, Kuba dan
  beberapa negara Eropa bagian timur seperti Ceko dan Hunggaria.

  Di Indonesia, zeolit ditemukan pada tahun 1985 oleh PPTM Bandung dalam
  jumlah besar, diantaranya tersebar dibeberapa daerah pulau Sumatera dan
  Jawa. Namun dari 46 lokasi zeolit, baru beberapa lokasi yang ditambang
  secara intensif antara lain di Bayah, Banten, Cikalong, Tasikmalaya,
  Cikembar, Sukabumi, Nanggung, Bogor dan Lampung.

  Pemanfaatan zeolit masih belum banyak diketahui secara luas, yang pada
  saat ini zeolit di Indonesia dipasarkan masih dalam bentuk alam terutama
  pada pemupukan bidang pertanian. Berikut ini akan dibahas potensi zeolit
  dalam pengolahan limbah.

Pengertian, Struktur dan Sifat
  Zeolit

  Mineral zeolit telah dikenal sejak tahun 1756 oleh Cronstedt ketika
  menemukan Stilbit yang bila dipanaskan seperti batuan mendidih (boiling
  stone) karena dehidrasi molekul air yang dikandungnya. Pada tahun 1954
  zeolit diklasifikasi sebagai golongan mineral tersendiri, yang saat itu
  dikenal sebagai molecular sieve materials.

  Pada tahun 1984 Professor Joseph V. Smith ahli kristalografi Amerika
  Serikat mendefinisikan zeolit sebagai :


  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>"A zeolite is an aluminosilicate with a framework
  structure enclosing cavities occupied by large ions and water molecules,
  both of which have considerable freedom of movement, permitting
  ion-exchange and reversible dehydration"
.
 

  <span style=”font-size:9.0pt;
  color:#333333″>Dengan demikian, zeolit merupakan mineral yang terdiri dari
  kristal alumino silikat terhidrasi yang mengandung kation alkali atau
  alkali tanah dalam kerangka tiga dimensi. Ion-ion logam tersebut dapat
  diganti oleh kation lain tanpa merusak struktur zeolit dan dapat
  menyerap air secara reversibel.

  Zeolit biasanya ditulis dengan rumus kimia oksida atau berdasarkan
  satuan sel kristal M2/nO Al2O3 a SiO2
 
b H2O atau Mc/n {(AlO2)c(SiO2)d}
  b H2O. Dimana n adalah valensi logam, a dan b adalah molekul
  silikat dan air, c dan d adalah jumlah tetrahedra alumina dan silika.
  Rasio d/c atau SiO2/Al2O bervariasi dari 1-5.
  Zeolit tidak dapat diidentifikasi hanya berdasarkan analisa komposisi
  kimianya saja, melainkan harus dianalisa strukturnya. Struktur kristal
  zeolit dimana semua atom Si dan Al dalam bentuk tetrahedra (TO4)
  disebut Unit Bangun Primer, zeolit hanya dapat diidentifikasi
  berdasarkan Unit Bangun Sekunder (UBS) sebagaimana terlihat pada Gambar
  1-2.

 

 

  <span style=”font-size:9.0pt;
  color:#333333″><v:shape
 id=”_x0000_s1027″ type=”#_x0000_t75″ alt=”Image” style=’width:219pt;height:117pt;
 mso-wrap-distance-left:4.5pt;mso-wrap-distance-right:4.5pt’>
 
<img border=0 width=292 height=156
src=”new_page_4_files/image003.gif” alt=Image v:shapes=”_x0000_s1027″>

  Gambar 1. Tetrahedra alumina dan silika (TO4) pada
  struktur zeolit

 

  Pada saat ini dikenal sekitar 40 jenis zeolit alam, meskipun yang
  mempunyai nilai komersial ada sekitar 12 jenis, diantaranya
  klinoptilolit, mordernit, filipsit, kabasit dan erionit. Zeolit sintetik
  dihasilkan dari beberapa perusahaan seperti Union Carbide, ICI dan Mobil
  Oil dan lebih dari 100 jenis telah dikenal strukturnya antara lain
  zeolit A, X, Y, grup ZSM/AlPO4 (Zeolite Sieving
  Marerials/Aluminium Phosphate) dan bahkan akhir-akhir ini dikenal grup
  Zeotip, yaitu material seperti zeolit tetapi bukan senyawa
  alumino-silikat.

  Berdasarkan UBS semua zeolit baik dalam bentuk alami atau sintetik dapat
  dibagi atas 9 grup yaitu:

  1.       
 
single 4-ring (S4R)

  2.       
 
single 6-ring (S6R)

  3.       
 
single 8-ring (S8R)

  4.       
 
double 4-ring (D4R)

  5.       
 
double 6-ring (D4R)

  6.       
 
double 8-ring (D8R)

  7.       
 
complex 4-1 (T5O10)

  8.       
 
complex 5-1 (T8O16)

  9.       
 
complex

  <span style=”font-size:9.0pt;
  color:#333333″>4-4-1<span style=”font-size:9.0pt;
  color:#333333″> (T10O20)

  <span style=”font-size:9.0pt;
  color:#333333″>

<v:shape
 id=”_x0000_s1028″ type=”#_x0000_t75″ alt=”Image” style=’width:221.25pt;
 height:162pt;mso-wrap-distance-left:4.5pt;mso-wrap-distance-right:4.5pt’>
 
<img border=0 width=295 height=216
src=”new_page_4_files/image004.gif” alt=Image v:shapes=”_x0000_s1028″>

  Gambar 2. Unit Bangun Sekunder Struktur Zeolit

 

  Tabel 1. Klasifikasi zeolit

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Zeolit
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Rumus kimia
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>UBS

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Grup Analsim

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Analsim

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Na16[Al16Si31O96]6H2O

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>S4R

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Wairakit

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Ca8[Al16Si31O96]
  6H2O

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>S4R

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Grup Natrolit

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Natrolit

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Na16[Al16Si24O80]6
  H2O

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>T5O10
  (4-1)

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Thomsonit

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Na16Ca8[Al20Si20O80]24
  H2O

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>T5O10

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Grup Heulandit

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Heulandit

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Ca4[Al8Si28O72]
  24H2O

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>T10O20
  (
<span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>4-4-1<span style=”font-size:9.0pt;
  color:#333333″>)

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Klinoptilolit

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Na6[Al6Si30O72]24
  H2O

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>T10O20

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Grup Filipsit

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Filipsit

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>K2Ca1.5[Al6Si10O32]12H2O

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>S4R

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Zeolit Na-P-1

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Na8[Al31SiO16] 16H2O

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>S4R

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Grup Mordernit

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Mordernit

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Na8[Al8Si40O96]24
  H2O

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>T8O16
  (5-1)

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Ferrierit

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>NaCa0.5Mg2[Al6Si30O72]24
  H2O

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>T8O16

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Grup Kabazit

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Kabazit

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Ca2[Al4Si8O24]
  13H2O

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>D4R,D6R

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Zeolit L

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>K6Na3[Al9Si27O72]
  21H2O

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>S6R

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Grup Faujasit

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Faujasit

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Na12Ca12Mg11[Al58Si134O384]235H2O

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>D4R,D6R

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Zeolit A

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Na12[Al12Si12O48]
  27 H2O

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>D4R, D6R

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Grup Laumontit

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Laumontit

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Ca4[Al8Si16O46]
  16H2O

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>S4R,S6R,S8R

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Grup Pentasil

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>ZSM-5

  Nan[AlnSi96O192]
  16 H2O

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>5-1

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Grup Zeotype

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>ALPO4-5

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>[Al12 P12O48] (C3H7)4
  NOH q H2O

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>S4R, S6R

 

  Pada struktur zeolit, semua atom Al dalam bentuk tertahedra sehingga
  atom Al akan bermuatan negatif karena berkoordinasi dengan 4 atom
  oksigen dan selalu dinetralkan oleh kation alkali atau alkali tanah
  untuk mencapai senyawa yang stabil. Lain halnya dengan batuan lempung
  (clay materials) dengan struktur lapisan, dimana sifat pertukaran ionnya
  disebabkan oleh 1) brokend bonds yaitu makin kecil partikel penyerapan
  makin besar, 2) gugus hidroksid yang mana atom hidrogen dapat digantikan
  dengan kation lain atau 3) substitusi isomorf Al pada tertrahedra Si
  menyebabkan ikatan Al-Si cukup kuat dan mengurangi swelling.

  Kemampuan pertukaran ion (adakalanya dengan istilah kemampuan penyerapan
  ion atau sorpsi) zeolit merupakan parameter utama dalam menentukan
  kualitas zeolit yang akan digunakan, biasanya dikenal sebagai KTK
  (kemampuan tukar kation). KTK adalah jumlah meq ion logam yang dapat
  diserap maksimum oleh 1 g zeolit dalam kondisi kesetimbangan. Kemampuan
  tukar kation (KTK) dari zeolit bervariasi dari 1,5 sampai 6 meq/g. Nilai
  KTK zeolit ini banyak tergantung pada jumlah atom Al dalam struktur
  zeolit, yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan KTK batuan lempung,
  seperti kaolinit (0,03-015 meq/g), bentonit (0,80-1,50 meq/g) dan
  vermikulit (1-1,50 meq/g).

  <span style=”font-size:9.0pt;
  color:#333333″><v:shape
 id=”_x0000_s1029″ type=”#_x0000_t75″ alt=”Image” style=’width:268.5pt;
 height:126.75pt;mso-wrap-distance-left:4.5pt;mso-wrap-distance-right:4.5pt’>
 
<img border=0 width=358 height=169
src=”new_page_4_files/image005.gif” alt=Image v:shapes=”_x0000_s1029″>

  Gambar 3. Struktur stereotip mordernit

<v:shape
 id=”_x0000_s1030″ type=”#_x0000_t75″ alt=”Image” style=’width:254.25pt;
 height:125.25pt;mso-wrap-distance-left:4.5pt;mso-wrap-distance-right:4.5pt’>
 
<img border=0 width=339 height=167
src=”new_page_4_files/image006.gif” alt=Image v:shapes=”_x0000_s1030″>

  Gambar 4. Struktur stereotip klinoptilolit

 


  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Tabel 2. Perbedaan Zeolit dengan Tanah Lempung

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Sifat
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Zeolit
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Batuan Lempung

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Struktur Kristal

  Swelling

  Kestabilan Panas

  Kestabilan Radiasi

  Sorpsi

  Penukar kation

  Penyaring Molekul

  Katalis

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>framework 3 dim.

  sangat kecil

  tinggi

  sedang

  tinggi

  sedang

  tinggi

  tinggi

  tinggi

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Layer 2 dim.

  besar

  rendah

  sedang

  tinggi

  tinggi

  rendah

  rendah

  sedang

Zeolit dengan struktur "framework" mempunyai luas permukaan yang
  besar dan mempunyai saluran yang dapat menyaring ion/molekul (molecular
  sieving). Bila atom Al dinetralisir dengan ion polivalen, misalnya logam
  Pt, Cu dsb, zeolit dapat berfungsi sebagai katalis yang banyak digunakan
  pada reaksi-reaksi petrokimia. Tabel 4 memperlihatkan klasifikasi zeolit
  berdasarkan kemampuan terhadap penyaringan molekul organik. Zeolit
  khabazit yang mempunyai pori 0,489-0,588 nm dan dapat digunakan untuk
  memisahkan senyawa parafin seperti CH4 dan C2H6,
  n-parafin dan iso-parafin dan aromatis. Zeolit Na-mordernit dengan pori
  0,400-0,489 nm dapat memisahkan gas N2, O2, CH4,
  C2H6 dengan n-parafin, iso-parafin dan aromatis.
  Begitu pula Ca dan Ba-Mordernite yang mempunyai pori 0,384-0,400 dapat
  memisahkan hidrokarbon, CH4 dengan gas Ar dan N2.
  Sifat katalitis zeolit disebabkan uni kation pada atom Al zeolit yang
  dapat dipertukarkan dengan ion H dan aktif sebagai katalisis reaksi.


  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Tabel 3. Klasifikasi "ion/ molecular sieve material"
 

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Diameter (nm)
 
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Jenis
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Penyaring
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Tak disaring
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0.489 – 0.558
 
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Khabazit
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>CH4, C2H6,
  nparaffins
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>iso-parafin
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0.400 – 0.489
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Mordenit
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>N2, O2,
  CH4, C2H6
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>n-parafin,aromatik
 
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0.384 – 0.400
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Ca-mordernit
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>gas Ar, N2
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>hidro karbon, CH4
 

Peranan Zeolit dalam pengolahan
  limbah industri dan nuklir

  Untuk pemisahan ammonia/ammonium ion dari air limbah industri, untuk
  pemisahan hasil fisi dari limbah radioaktif dan penggunaan dibidang
  limbah pertanian. Clinoptilolit dapat memisahkan 99% ammoniak/ ammonium
  dari limbah industri. Tsitsisvii (1980) dan Blanchard (1984) menemukan
  clinoptilolite juga dapat memisahkan logam berat (Pb, Cu, Cd, Zn, Co, Ni
  dan Hg) baik dalam limbah industri ataupun dalam tanah pertanian untuk
  "soil conditioning". Dalam pengolahan limbah nuklir, Ames dari tahun
  1959-1962 telah peneliti penggunaan clinoptilolite untuk pemisahan zat
  radioaktif. Terakhir clinoptilolite juga telah dipakai untuk
  dekontaminasi air pendingin reaktor pada kecelakaan reaktor Three Mile
  Island di Amerika pada tahun 1979 (10). Zeolit juga digunakan untuk
  dekontaminasi air pendingin reaktor Three Mile Island Unit II dan pada
  tahun 1987 untuk penyerapan gas radioaktif reaktor Chernobiel yang
  terbakar.

  Zeolit dari deposit California digunakan untuk pemisahan radionuklida
  hasil fisi dalam air kolam penyimpanan bahan bakar nuklir di SIXEP (Site
  Ion-Exchange Plant) British Nuclear Fuel Limited, Sellafield, Inggris
  disamping untuk pengganti pasir digunakan campuran zeolit, fly ash dan
  slug pada proses sementasi limbah. Di Inggris dan Korea, limbah
  sementasi tidak menggunakan pasir dengan pertimbangan pasir akan
  meningkatkan volume limbah yang bertentangan dengan prinsip "minimisized
  waste" atau reduksi volume. [7,12]

  Beberapa mineral anorganik banyak diteliti di Cina seperti jenis mineral
  fosfat, oksida, magnetit yang dilakukan tidak hanya untuk penyerapan
  nuklida hasil fisi tetapi juga untuk penyerapan Pu, Am dan Ce dalam
  simulasi limbah dengan keasaman dan kandungan garam tinggi. Hasilnya
  menunjukan penyerapan terhadap nulkida umumnya rendah kecuali mineral
  apatit yang menunjukkan penyerapan tinggi terhadap Pu, Am dan Ce.

  Untuk penyerapan Cs dan Sr, Balek dari Ceko, mengunakannya untuk
  penyerapan Cs, Co dan Ru. Zeolit yang sama juga digunakan untuk menyerap
  gas RuO4 pada suhu 50oC dan suhu kamar. Tsitsisvii
  (1980) dan Blanchard (1984) menemukan klinoptilolit yang dapat
  memisahkan logam berat (Pb, Cu, Cd, Zn, Co, Ni dan Hg) baik dalam limbah
  industri. Akhir-akhir ini, para peneliti banyak mempelajari prospek
  zeolit dalam pengelolaan limbah industri. Klinoptilolit dan mordernit
  dapat memisahkan 99% ammoniak/ammonium dari limbah industri.

Manfaat Zeolit di Bidang Lain
 

 

  Bidang Proses Industri

  Berdasarkan sifat sorpsinya terhadap gas dan hidrasi molekul air, zeolit
  digunakan untuk pengeringan pada berbagai produk industri. Molekul uap
  air dapat diserap sebanyak 8-10 g dengan 100 g klinoptilolit
  dibandingkan 3 g dan 1,2 g oleh Al2O3 dan gel
  silika dengan berat yang sama pada kondisi 1,33 atm dan 25oC.
  Zeolit klinoptilolit yang diaktivasi pada suhu 300 – 350 oC
  selama 2-3 jam . Sebagai "drying agent" dari senyawa organik, zeolit
  digunakan antara lain :

 
  §                              
 
pada proses
  pemurnian metil khlorida dalam industri karet

 
  §                              
 
pemurnian
  fraksi alkohol, metanol, benzen, xylene, LPG dan LNG pada industri
  petro- kimia

 
  §                              
 
untuk
  hidrokarbon propellents-fillers aerosol untuk pengganti freons

 

 
  §                              
 
penyerap
  klorin, bromin dan fluorin

 
  §                              
 
menurunkan
  humiditas ruangan.

  <span style=”font-size:9.0pt;
  color:#333333″>Zeolit digunakan dalam proses penyerapan gas seperti :
 

 
  §                              
 
gas mulia
  antara lain Ar, Kr dan gas He,

 
  §                              
 
gas rumah kaca
  ( NH3, CO2, SO2, SO3 dan NOx
  ),

 
  §                              
 
gas organik CS2,
  CH4, CH3CN, CH3OH, termasuk pirogas dan
  fraksi etana/etilen,

 
  §                              
 
pemurnian
  udara bersih mengandung O2,

 
  §                              
 
penyerapan gas
  N2 dari udara sehingga meningkatkan kemurnian O2
  diudara,

 
  §                              
 
campuran
  filter pada rokok,

 
  §                              
 
penyerapan gas
  dan penghilangan warna dari cairan gula pada pabrik gula.

  <span style=”font-size:9.0pt;
  color:#333333″>Dalam bidang katalis, sorben Al2O3
  biasanya digunakan tetapi akhir-akhir ini juga digunakan zeolit A dalam
  industri petrokimia pada proses isomerisasi, hidro sulforisasi,
  hidrocracking, hidrogenasi, reforming, dehidrasi, dehidrogenasi dan
  de-alkilasi, cracking parafin, disportion toluen/benzen dan xylen.
  Zeolit mordenite klinoptilolit sering digunakan, sedangkan zeolit
  sintetik terutama digunakan jenis ZSM 5 dan zeolit A.

  Dengan adanya kekawatiran pencemaran lingkungan oleh polifosfat yang
  biasa digunakan dalam deterjen sebagai "builder" untuk meningkatkan
  efisiensi ditergen pada air yeng mengandung Ca dan Mg tinggi. Saat
  sekarang, zeolit klinoptilolit juga digunakan sebagai pengganti
  polifosfat. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan zeolit A pada
  deterjen ternyata tidak menyebabkan akumulasi pada sistim air buangan,
  zeolit berlaku seperti partikel padat dan tidak bersifat toksik terhadap
  kehidupan di air [4,5]. Di Jepang, klinoptilolit digunakan untuk filler
  kertas, karet dan polimer untuk memperoleh material "low density". Di
  Amerika Serikat, zeolit alam juga digunakan untuk campuran pada semen
  dan Tchernev telah mendemonstrasikan penggunaan zeolit yang sama untuk
  "solar heating/cooling" pada panel energi cahaya matahari berdasarkan
  adsorpsi/desorpsi molekul air diwaktu siang dan malam hari.

 

Bidang Pertanian dan Lingkungan

  Makin meningkatnya kebutuhan pupuk kimia seperti urea, KCl dan SP-36
  yang pada saat ini yang sulit terbeli oleh masyarakat untuk digunakan
  dalam peningkatan hasil pertaniannya, pada hal dalam pelaksanaan
  pemupukan hanya sekitar 50% pupuk yang dapat diserap oleh tanaman,
  sedangkan sebagian lainnya mengalami degradasi atau terbawa hanyut oleh
  air tanah sehingga pemupukan tidak efisien yang juga akan mencemari
  lingkungan dengan kandungan N, S dan P.

  Zeolit digunakan sebagai "soil conditioning" yang dapat mengontrol dan
  menaikkan pH tanah serta kelembaban tanah. Dalam pengalaman petani di
  Jepang, penambahan zeolit pada pupuk tanaman bervariasi dari 15-63%
  terutama untuk tanaman apel dan gandum. Penambahan zeolit pada pupuk
  kandang ternyata juga akan meningkatkan proses nitrifikasi. Pada saat
  ini bidang pertanian merupakan pemakai zeolit terbesar di Indonesia.
  Disamping untuk "slow release fertilizer", zeolit juga digunakan untuk
  sebagai carrier pestisida/herbisida dan fungisida. Namun ada keraguan
  penambahan zeolit pada pupuk akan terjadi akumulasi zeolit pada lahan
  pertanian. Jumlah penambahan zeolit ini akan tergantung pada jenis tanah
  setempat. Untuk tanah arid dan semi desert penggunaan zeolit sebagai
  campuran pupuk mungkin perlu dikurangi.

  Dalam bidang peternakan, zeolit juga digunakan sebagai "food supplement"
  pada ternak ruminansia dan non-ruminansia masing-masing dengan dosis 2.5
  – 5% dari rasio pakan perhari yang dapat mneningkatkan produktivitas
  baik susu, daging dan telur, laju pertumbuhan serta memperbaiki kondisi
  lingkungan kandang dari bau yang tidak sedap. Dalam hal fauna laut,
  zeolit berperan sebagai pengontol pH air dan penyerap NH3NO3
  dan H2S, filter air masuk ke tambak, pengontrol kandungan
  alkali, oksigen dan perbaikan lahan dasar tambak melalui penyerapan
  logam berat Pb, Fe, Hg, Sn, Bi dan As. Selektivitas penyerapan ion
  sangat penting ditentukan mengingat kompleksnya komposisi kimia air (air
  tanah, permukaan, air limbah) yang diperlakukan terhadap zeolit baik
  dalam penggunaannya pada bidang pertanian dan lingkungan.

  Zeolit juga pernah ditaburkan dari pesawat terbang diatas reaktor
  Chernobil untuk maksud menyerap hasil fisi yang terdapat dalam jatuhan
  debu radioaktif (fall out) akibat kebakaran reaktor Sovyet tahun 1985
  (1,6).

Bahasan

  Sebelum membahas berbagai penggunaan zeolit dalam iptek secara umum,
  akan diuraikan beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan di
  lingkungan BATAN terutama di P2PLR yaitu :

  1.       
 
Zeolit yang diteliti adalah zeolit Bayah, Lampung, Tasikmalaya,
  dan Sukabumi.

  2.       
 
Zeolit Bayah dan Lampung secara kemurnian dan sifat penukar
  ionnya lebih baik dari zeolit Tasikmalaya dan Sukabumi.

  3.       
 
Zeolit Bayah merupanan zeolit campuran jenis klinoptilolit dan
  mordernit, sedangkan zeolit Lampung mengandung jenis klinoptilolit saja
  dengan rumus kimia oksida untuk zeolit Bayah dan Lampung adalah : ZB :
  Na0,15 K1,44 Ca2,04 Mg0,70
  Mn0,02 Fe0,44 {(AlO2)6,76
  (SiO2)}29,32 6,57 H2O

  ZL : Na0,17 K1,28 Ca1,15 Mg0,87
  Mn0,02 Fe0,46 {( AlO2)6,95
  (SiO2)} 29,05 8,86 H2O.

  4.       
 
ZL dan ZB mempunyai kemampuan penyerapan terhadap Cs-137 dan
  Sr-90, NH4-, Cd2-, Cu2-, Mn2-,
  Ni-2, Pb2-, Mn2- dan Fe2-.
 

  5.       
 
Modifikasi kedua zeolit dalam bentuk ASP disamping menyerap ion
  logam berat diatas, juga mempunyai kemampuan menyerap anion sperti Cl,
  F, PO43- dan SO42-.
 

  6.       
 
Zeolit Lampung juga telah diteliti untuk "slow release herbisida,
  pestisida dan fungisida yang dilakukan di PAIR.

  7.       
 
Zeolit telah diteliti oleh IPB dalam dalam bidang pertanian
  sebagai "slow release fertilizer".

  <span style=”font-size:9.0pt;
  color:#333333″>Berdasarkan potensi zeolit tersebut diatas beberapa kegiatan
  yang dapat dikembangkan pada kegiatan penelitian di BATAN antara lain :

 

  Pengolahan
  limbah

  Hasil penelitian di P2PLR kiranya telah dapat diaplikasikan dan ditindak
  lanjuti untk skala semi pilot untuk pengolahan limbah nuklir dan limbah
  B3 antara lain untuk :

  1.       
 
teknik kolom penyerapan limbah mengandung hasil fisi,

  2.       
 
teknik kolom penyerapan limbah B3,

  3.       
 
penyerapan Flour dari limbah "Fuel Element Production",

 

  4.       
 
pengganti pasir dalam proses sementasi konsentrat limbah
  radioaktif,

  5.       
 
campuran bahan "backfill" pada sistim penyimpanan limbah,

 

  6.       
 
proses dekontaminasi air industri pengganti resin organik,

 

  7.       
 
komposit sorben antara lain zeolit PAN, zeolit-PVA.

  <span style=”font-size:9.0pt;
  color:#333333″>Kelemahan penggunaan zeolit pada teknik kolom adalah
  ‘clogging" (aliran influen terhambat). Oleh karena itu untuk mencapai
  penyerapan yang optimal diperlukan pemurnian mineral alam sebelum
  digunakan atau dimodifikasi strukturnya dan dibuat dalam ukuran butiran
  tertentu dengan menggunakan binder polimer misalnya poly akrilo nitril
  dan poli vinil alkohol sehingga komposit zeolit dapat dibuat dalam
  berbagai bentuk misalnya granula, pelet, lembaran, "hollow" dan
  sebagainya.

  Keuntungan campuran zeolit-bentonit sebagai "backfill", dimana bentonit
  berfungsi menahan rembesan air, sedangkan zeolit berfungsi menahan
  pelindihan radionuklida oleh zeolit.

 

  Tabel 4. Kapasitas Tukar Ion Logam Berat dan Anion (meq/g)

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Ion
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>ZB
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>NH4ZB
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>HZB
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>CaZB
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>ZL
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>NH4ZL
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>HZL
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>CaZL
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>NH4+
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>2,31
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>2,31
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>2,92
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,83
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>2,92
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>2,31
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>2,92
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,83
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Cs+
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,16
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,16
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,98
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,90
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,98
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,16
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,98
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,90
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Sr2+
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,82
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,82
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,93
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,67
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,93
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,82
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,93
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,67
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Cd2+
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,71
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,86
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,44
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,48
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,42
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,10
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,13
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,16
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Cu2+
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>2,30
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>2,60
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,81
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>2,48
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>2,63
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>2,35
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>2,22
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>2,48
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Mn2+
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,59
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,41
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,80
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,28
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,65
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,35
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>2,95
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,77
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Ni2+
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>2,23
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,90
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,44
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,46
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>2,63
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>2,32
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>2,62
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>2,17
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Pb2+
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,11
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,19
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,45
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,45
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,80
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,08
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,19
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,77
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Zn2+
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,58
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,60
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,62
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,80
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,31
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,51
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,53
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>2,21
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Fe2+
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,94
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,62
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,10
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,23
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,68
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,58
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,44
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,65

  <span style=”font-size:9.0pt;
  color:#333333″>

 

  Tabel 5. Kapasitas Tukar Ion ASP terhadap Logam Berat dan Anion

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Kation
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>ASPB
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>ASPL

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> 

<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1:1
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1:5
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>5:1
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1:1
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1:5
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>5:1
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Cd2+
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,64
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,57
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,43
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,54
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,49
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,70
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Co2+
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,10
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,81
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,02
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,93
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,83
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,77
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Cu2+
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,11
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,05
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,08
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,24
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,07
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,15
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Fe3+
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,50
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,32
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,32
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,25
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,27
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,49
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Mn2+
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,97
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,85
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,88
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,81
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,83
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,12
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Ni2+
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,95
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,75
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,91
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,15
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,12
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,20
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Pb2+
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,65
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,33
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,74
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,80
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,78
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,71
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Zn2+
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>23.02
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>23,08
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>23,25
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>23.15
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>23,03
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>23,06
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>Cl-
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,89
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,11
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,68
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,79
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,86
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,06
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>F-
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,64
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,37
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,37
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,17
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,33
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,31
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>PO43-
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,60
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,08
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,31
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,28
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,55
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,49
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>SO42-
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,36
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,59
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,47
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,54
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>0,96
<p class=”MsoNormal” align=”center” style=”text-align:center;line-height:
  13.5pt”>1,30

  <span style=”font-size:9.0pt;
  color:#333333″>

  Pustaka:

  1.       
 
Smitt, J.V., Zeolite, 4, 309, October 1984

  2.       
 
A. Dyer., "Introduction to Zeolite Molecular Sieves", John Willey
  and Sons, Chichester, (1988)

  3.       
 
Dyer , "Chemistry and Industry ", 2, 241, (1984)

  4.       
 
Mumpton, F.A and Sand, L.B., in "Natural Zeolite, occurence,
  properties and uses", Pergamon Press, Oxford, (1978) . Breck, D.W.,
  "Zeolite Molecular Sieves", John Willey Interscience, New York, (1974)
 

  5.       
 
Tsitsishvili, G.V., in "Natural Zeolite, occurence, properties
  and uses", Pergamon Press,

  <span style=”font-size:9.0pt;
  color:#333333″>Oxford,
  (1978)

  6.       
 
<span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Ames,
  L.L., Amer. Mineral., 45, 1120, (1961)

  7.       
 
Blanchard, G. et al., Water Res., 18, 1501, (1985)

  8.       
 
Voilleque, P.G., in "The

  <span style=”font-size:9.0pt;
  color:#333333″>Three Mile Island<span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″> Accident", ACS Series 293, Washington D.C, 45, (1986)
 

  9.       
 
Siemmen, M.J et al. in "Natural Zeolite, occurence,properties and
  uses", Pergamon Press, Oxford, (1978) Breck, D.W., "Zeolite Molecular
  Sieves", John Willey Interscience, New York, (1974)

  10.    
 
Jozsf, T., "A mineral of the future", Mineralimpex, Budapest,
  (1989)

  11.    
 
Sand, L.B and Mumpton, F.A., in "Natural zeolite, occurence,
  properties and uses", (Eds Sand, L.B and Mumpton, F.A.) Pergamon Press,
  London, (1979)

  12.    
 
Las. T, " Use of Natural Zeolite for Nuclear Waste Treatment",
  PhD Thesis, Dept. Applied Chemistry, University of Salford, England
  (1989)

  13.    
 
Las. T, "Zeolit Untuk Industri", Proceed Seminar/ Kolokium
  Lembaga Ilmu Dasar ITI, Institut Teknologi

  <span style=”font-size:
  9.0pt;color:#333333″>Indonesia
  , Serpong, (1991).

  14.    
 
Las. T, " Use of Inorganic Sorbents for Liquid Waste Treatment
  and Backfill for Underground Repositories", TechnicalReport, IAEA-RC No
  7215/R1/RB, Shellafield, UK (1994)

  15.    
 
Las. T, " Zeolite for Radioactive Waste Treatment, Techical
  Report, IAEA-RC No 7215/R2/RB, Beijing, China (1995)

  16.    
 
Sutakarya H, Las. T, Sutoto, " Prospek Zeolit Bayah", Proceed
  Seminar Zeo-Agro, HAL 223-237, IPB Bogor (1992)

  17.    
 
Las T, Sofyan Yatim, "Pratomo Budiman S, Potensi Zeolit Untuk
  Pengolahan Limbah Industri" UNAND Limau Manis

  <span style=”font-size:9.0pt;
  color:#333333″>Padang
  (1996)

  18.    
 
Las T., " Use of zeolite for radioactive Waste treatmen and
  Disposal", JSPS-BPPT, Jakarta, (19 Februari1996)

  19.    
 
Las T., Nurokhim, Imobilisasi Cs-137 dengan Zeolit dalam Matriks
  Semen ",Prosiding Pertemuan Ilmiah Teknologi Pengolahan Limbah I", hal
  58-63, Serpong (10-11 Desember 1997)

 

Penulis : DR. Thamzil Las

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: