pilihan hidup

 
Bagi yang sedang mencari pasangan alias cari pacar(setengah hari untuk memilih)
Memilih memang boleh tapi manusia tidak ada yang sempurna, jangan lupa emas-emas
itu milik sang raja, jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu, artinya setiap
manusia milik Tuhan jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNya tentang
pasangan Anda.

• Bagi yang telah memperoleh pasangan tapi belum menikah
(setengah hari untuk merenungkan) Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia
nampak emas 24 karat,ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya
berkadar 10 karat. Diluar, memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan, sama
dengan rakyat yang memilih emas tadi, akan tetapi pada saat kita sudah
mendapatkannya, belum tentu waktu kita melepaskannya kita mendapat yang lebih
baik. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang
terbaik dilakukan ialah menilai secara objektiv siapa dia (karena itu
keterbukaan dan komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan), dan
menyelaraskan hati Anda bersamanya, begitu Anda tahu tentang hal terjelek dalam
dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik, dengan demikian Anda tidak merasa
shock setelah menikah, tinggal bagaimana Anda menerimanya, Anda mampu
menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak,”cinta selalu
berjuang”, dan jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda,
justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan
Anda (tidak pernah bertengkar mungkin). Anda malah harus berhati- hati, karena
ini adalah hubungan yang tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang
ditampilkan dalam hubungan Anda yang terpenting adalah niat baik diantara
pasangan, sehingga dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu selalu ada jalan
keluarnya. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi
untuk memutuskan, artinya anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi
pertimbangkan dengan baik hal ini.

• Bagi yang telah menikah (setengah hari untuk
memutuskan) Dalam tahap ini, siapapun dia berarti anda telah mengambil keputusan
untuk memilihnya, jangan berfikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda,
jika ini terjadi berarti Anda egois, sama halnya dengan orang kaya diatas, dan
dengan demikian Anda tidak pernah puas dengan diri pasangan Anda,maka tidak
heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan
pilihan Anda sendiri,jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya, dan
menambah kadar karat pada emasnya.

Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan
Anda, dan Dia yang paling berkuasa mengubah setiap orang. Perceraian bukanlah
solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi dan bercerai
lagi ???, ingatlah si dia adalah hadiah, siapapun dia terimalah dia karena
sekali lagi itulah pilihan Anda, ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu
waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau meyia-nyiakan
emas Anda, jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana hadiah terindah yang telah
Tuhan berikan. Dan apapun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah
dengan Tuhan, karena Dia yang memiliki hati setiap manusia
 coordsize=”21600,21600″ o:spt=”75″ o:preferrelative=”t” path=”m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe”
 filled=”f” stroked=”f”>
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
                                                       
P I L I H A N   H I D U P

 
 
 

  PILIHAN HIDUP

   


  Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik, ia
  mempunyai banyak sekali emas dan kuningan, karena terlalu banyak sehingga
  antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yang baik
  hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka
  gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah
  mereka.

 

  Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi
  satu sehingga sulit sekali di bedakan, mana yang emas dan mana yang
  kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1
  karat, namun ada peraturan dari sang raja, yaitu apabila mereka sudah
  memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh
  mengembalikannya lagi.

 

  Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat
  emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat
  bekerja dikebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja
  akan menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.

 

 

  Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil
  mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat, dan satu persatu
  dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu, waktu yang
  diberikan kepada mereka semua ialah satu setengah hari, dengan perhitungan
  setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan, dan setengah
  hari lagi untuk memutuskan.

 

 
  Para
  prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut, karena tidak
  jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka. Selama proses
  pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kepada salah
  seorang rakyatnya, “apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau
  habiskan waktumu disini?”, jawab orang itu “tentu saja aku harus
  berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu”,

 

 

  lalu tanya prajurit itu lagi “seandainya emas 24
  karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini,
  apakah engkau masih saja mencarinya?, sedangkan waktumu sangat terbatas”,
  jawab orang itu lagi “tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir
  yang ada ditanganku begitu waktuku habis”.

 

  Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai
  seorang yang tampan,melihat perangainya ia adalah seorang kaya, bertanyalah
  prajurit itu kepadanya “hai orang kaya apa yang kau cari disini, bukankah
  engkau sudah lebih dari cukup?” ,jawab orang kaya itu “bagiku hidup adalah
  uang, kalau aku bisa mengambil emas ini, tentu saja itu berarti menambah
  keuntunganku”.

  Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu
  dari mereka, maka tampak olehnya seseorang, yang sejak satu hari ia selalu
  menggenggam kepingan emasnya, lalu dihampirinya orang itu “mengapa engkau
  diam disini?, tidakkah engkau memilih emas-emas itu? atau tekadmu sudah
  bulat untuk mengambil emas itu?”, mendengar perkataan prajurit itu, orang
  ini hanya diam saja, maka prajurit itu bertanya lagi “atau engkau yakin
  bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang
  lain?”, orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran, lalu ia
  lebih mendekat lagi

  “tidakkah engkau mendengar pertanyaanku?”, sambil
  menatap prajurit, orang itu menjawab “tuan saya ini orang miskin, saya tidak
  pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, tetapi hati saya memilih
  emas ini, sayapun tidak tahu, berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas
  ini hanya kuninganpun saya juga tidak tahu”. “lalu mengapa engkau tidak
  mencoba bertanya kepada mereka, atau kepadaku kalau engkau tidak tahu” tanya
  prajutit itu lagi.

 
  “Tuan emas
  dan kuningan ini milik raja, jadi menurut saya hanya raja yang tahu, mana
  yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat.
  Tapi satu hal yang saya percaya janji raja untuk mengubah kuningan menjadi
  emas itu yang lebih penting” jawabnya lugu. Prajurit ini semakin penasaran
  “mengapa bisa begitu?”, “bagi saya berapapun kadar karat emas ini cukup buat
  saya, karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun
  menabung untuk membeli emas tuan”prajurit tampak tercengang mendengar
  jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya “lagi pula tuan,
  peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah Saya ambil”, “tidakkah
  engkau mengambil emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang, selagi
  masih ada waktu?” tanya prajurit lagi, “saya sudah menggunakan waktu itu,
  kini waktu setengah hari terakhir saya,

 

  inilah saatnya saya mengambil keputusan, jika saya
  gantikan emas ini engan yang lain, belum tentu saya mendapat yang lebih baik
  dari punya saya ini, saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat
  milik saya ini,untuk menjadikannya emas yang murni”, tak lama lagi lonceng
  istana berbunyi,tanda berakhir sudah kegiatan mereka.

 

  Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi
  sambil berkata “wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau genggam
  itu adalah hadiah yang telah kuberikan, sesuai dengan perjanjian, tidak
  seorangpun diperbolehkan menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu, jika
  didapati hal diatas maka orang itu akan mendapat hukuman karena ia tidak
  menghargai raja” kata-kata aja itu disambut hangat oleh rakyatnya.

 

 

  Lalu sekali lagi dihadapan rakyatnya raja ingin
  memberitahu tentang satu hal “dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada
  emas 24 karat itu, hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi
  kepada kerajaan, dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu,
  karena akulah yang memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari
  yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan
  pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu,
  tetapi sayang sekali hanya satu orang yang datang kepadaku untuk
  menanyakannya”. Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar
  rakyatnya,dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu
  persatu dari emas rakyatnya.

  Dikutip dari : Kumpulan Sharing dan Cerpen Judul
  Asli: When We Have to Choice Berharap melalui alkisah diatas kita dapat
  merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup :


 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: